Rp. 49.000 ǀ
Penerbit CV BATANG ǀ
Pengarang
BADARUDDIN
H.SYARIFUDDIN KADIR
KHAIRUN NISA ǀ
Editor
Hery Fajeriyadi, S.Pd., M.Pd ǀ
Keterangan Buku
Jumlah Halaman 125 halaman
Ukuran Buku 15,5 x 23 cm
Harga Jual Rp. 49.000
No ISBN 978-623-95666-6-1
Sinopsis
Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang air, baik di atmosfer, di bumi, dan di dalam bumi, tentang perputarannya, kejadiannya, distribusinya serta pengaruhnya terhadap kehidupan yang ada di alam ini. Secara umum hidrologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang bersangkut paut dengan kuantitas dan kualitas air di bumi dalam segala bentuknya (cair, gas, padat) pada, dalam, dan diatas permukaan tanah. Termasuk di dalamnya adalah penyebaran, daur dan perilakunya, sifat-sifat fisika dan kimianya, serta hubungannya dengan unsur-unsur hidup dalam air itu sendiri. Namun, secara lebih rinci hidrologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang terjadinya pergerakan dan distribusi air di bumi, baik di atas, pada maupun di bawah permukaan bumi, tentang sifat fisik air, kimia air serta reaksinya terhadap lingkungan dan hubungannya dengan kehidupan.
Dengan pengertian tersebut di atas ruang lingkup hidrologi menjadi sangat luas baik yang mencakup ilmu murni maupun sebagai ilmu terapan. Sebagai ilmu terapan ruang lingkupnya antara lain meliputi hidrologi hutan, hidrologi pertanian, sumberdaya air, beberapa cabang hidrologi ketehnikan dan hidrologi daerah aliran sungai. Hidrologi hutan merupakan suatu ilmu fenomena yang berkaitan dengan air yang dipengaruhi oleh penutupan hutan. Sesuai dengan batasan subyek yang ada yaitu hidrologi hutan maka bahasan selanjutnya merupakan hidrologi terapan dengan lingkup operasionalnya adalah daerah aliran sungai terutama yang bervegetasi hutan atau yang dapat berfungsi sebagai vegetasi hutan serta daerah yang dipengaruhi oleh kawasan tersebut.
Pengaruh hutan dalam hidrologi (tata air) mulai diragukan, walaupun sebagian besar kejadian banjir selalu dikaitkan dengan kerusakan hutan. Persepsi seperti ini berharap agar fungsi hutan untuk hidrologi menjadi lebih baik. Keraguan akan pengaruh hutan pada hidrologi disebabkan oleh fungsi hutan untuk perlindungan dan kontrol terhadap aliran langsung tidak efektif akibat adanya kerusakan hutan. Sebenarnya kemampuan hutan dalam fungsi perlindungan dan pengendali aliran langsung adalah terbatas, yang tergantung pada karakteristik curah hujan, karakteristik geologi/tanah, topografi dan pengelolaan hutan. Pengaruh hutan pada hidrologi melalui proses intersepsi air hujan oleh tajuk hutan, aliran batang, air lolos, evapotranspirasi, dan hujan bersih dapat dilihat dari pengaruh penebangan dan penanaman hutan terhadap hasil air. Oleh karena itu pengelolaan hutan secara bijak dapat meningkatkan fungsi hutan untuk hasil air dan lingkungan yang lebih baik.
Daftar Isi
B. Ruang Lingkup Hidrologi Hutan. 3
D. Istilah-istilah Hidrologi 6
C. Jaringan Pengukur Hujan. 23
E. Intensitas dan Lama Waktu Hujan. 33
F. Analisis Data Presipitasi 34
G. Spektrum Curah Hujan dan Pemanenan air Hujan. 35
H. Kuantitas dan Kuantitas Air Hujan. 37
B. Proses Terjadinya Infiltrasi 42
C. Faktor yang Berpengaruh Terhadap Laju Infiltrasi 43
E. Perhitungan Infiltrasi dan Laju Infiltrasi 45
B. Faktor-Faktor Penentu Intersepsi 53
D. Perhitungan besarnya intersepsi: 59
E. Perhitungan Intersepsi dengan Persamaan Matematik. 60
A. Pengertian Evapotranspirasi 62
B. Model-model Analisis Evapotranspirasi 63
C. Analisis Evapotranspirasi Metode Meyer 64
D. Analisis Evapotranspirasi Potensial Metode Thornwaite. 64
E. Analisis Neraca Air Metode Thornwaite Mather 65
F. Analisis Evapotranspirasi Metode Turc Langbein. 66
BAB VII DEBIT AIR DAN ESTIMASI DEBIT BANJIR.. 74
C. Metode Pengukuran Debit Sungai 76
B. Debit Suspensi dan Suspended Rating Curve. 93
B. Stasiun Pengamatan Arus Sungai (SPAS) 106
D. AWLR (Automatic Water Level Recorder) 109
BAB XI PERAN HUTAN DALAM PENGENDALIAN DAUR AIR DAN LONGSOR LAHAN 111
B. Fungsi Hutan dalam Pengendalian Daur Hidrologi 112
C. Hubungan Hutan dengan Tata Air 117
D. Faktor Penyebab Longsor Lahan. 120
E. Pengendalian Longsor Lahan. 121


